Belajar Matematika di Masa Pandemi, Guru di Jambi Manfaatkan Tutup Botol

Bagaikan guru sekolah dasar kelas dini, Restia Diah Utami, guru SDN 81/ X Pematang Rahim Tanjung Jabung Timur Jambi dituntut berkreasi serta berinovasi supaya kanak- kanak lebih bahagia serta lebih gampang meresap pelajaran Matematika. Terlebih di masa pandemi semacam saat ini ini.

Dia mempunyai ilham buat menolong siswa kelas satu supaya lebih gampang memahami hitungan penjumlahan lewat media simpel yang gampang ditemui di dekat rumah.

“ Aku memohon siswa memakai media tutup botol yang telah tidak terpakai serta bisa ditemui di dekat rumah,” ucapnya, Jumat,( 18/ 9/ 2020).

Tutup Botol Pintar tambah pinter

Restia membuat media pendidikan yang diberi nama“ tutup botol pintar”. Tutup botol pintar ini digunakanan buat menaikkan semangat siswa dalam belajar Matematika.

Sepanjang belajar dari rumah, Restia memakai WhatsApp, sebab tidak hanya telah terdapat, pula dinilai tidak boros kuota, terlebih siswa kelas satu yang pasti saja masih memerlukan tutorial orang tua.

“ Tidak hanya WhatsApp pula aku menggunnakan Zoom,” jelasnya.

Orang Tua Kumpulkan Tutup Botol

Saat sebelum pendidikan diawali, semacam biasa Restia mengabsen satu persatu siswa yang sudah siap serta muncul lewat tim WhatsApp serta mengabsennya. Kemudian menanyakan berita kepada tiap siswa.

Di pelajaran tadinya, Restia memohon orang tua buat mengumpulkan tutup botol 2 puluh buah serta diusahakan berwarna- warni supaya kanak- kanak suka.

Sehabis tutup botol terkumpul, Restia melanjutkan pembelajarannya dengan mengantarkan kepada siswa kalau pendidikan kali ini hendak memakai tutup botol buat belajar menghitung.

Restia pula memohon orang tua buat mendampingi siswa sepanjang belajar dari rumah. Dia memohon orang tua mengambilkan tutup botol cocok dengan jumlah yang diambilnya, kemudian anaknya menghitung jumlahnya.

” Triknya, ambil tutup botol kemudian hitung terdapat berapa jumlahnya. Coba kanak- kanak terdapat berapa jumlah tutup botolnya yang diambil Ayah serta Bunda, coba hitung ya,” pinta Restia.

“ Terdapat 5 bu,” ucap Kenzo Nandito Sembiring, kala menghitung jumlah tutup botol yang diambil ibunya.

Begitu pula dengan siswa yang lain, mereka bersemangat menghitung tutup botol yang diambil ibu dan bapaknya. Sehabis pendidikan berakhir, seluruh siswa mengirimkan gambar pendidikan ke tim WhatsApp kelas.

Restia mengakui, keahlian mengajarnya terus menjadi bertambah paling utama sehabis memperoleh pelatihan serta pendampingan dari Program PINTAR Tanoto Foundation.

Baca Juga : Apakah Dewan Membutuhkan Komite Audit Teknologi?

“ Metode mengajar aku lambat- laun berganti berkat Tanoto Foundation, serta pastinya perihal ini berakibat pada pertumbuhan yang lebih baik pada siswa aku di masa pandemi,” pungkasnya.

Ilham pengembangan yang lain, tidak hanya belajar penjumlahan pula pengurangan. Media tutup botol sesuai digunakan buat media pendidikan Matematika kelas dini. Tidak hanya tutup botol, dapat pula memakai bondolan biji kelapa sawit ataupun buah pinang.

Mengingat ke 2 tumbuhan tersebut banyak ada di dekat rumah penduduk. Perihal tersebut supaya orang tua bisa menggunakan kearifan lokal bagaikan media pendidikan.

Tinggalkan komentar